Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Unsplash.com/Tracy Thomas
Unsplash.com/Tracy Thomas

Belakangan sinetron religi jadi sorotan lagi. Ada beberapa sinetron religi yang tayang di berbagai stasiun televisi berbeda. Formatnya masih nggak jauh-jauh beda dengan sinetron religi yang dulu: orang jahat akan mendapat azab.

Namun yang jadi perhatian netizen, makin lama hukuman yang diterima para orang jahat ini makin aneh saja. Jika dulu sebatas tak bisa dikubur, sekarang kematiannya pun unik-unik. Seperti dalam judul sinetron religi kocak berikut.

1. Jenazahnya berat sebelah itu maksudnya bagaimana ya? Miring ke kanan saja atau ke kiri saja?

Dok. Internet

2. <i>Waduh</i> sampai terpental, tapi ini artinya pemerintah menemukan sumber gas bumi baru!

Dok. Internet

3. Jadi penasaran <i>kan</i> bagaimana cara ularnya bisa ikut naik ke atas panggung?

Dok. Internet

4. <i>Nggak</i> cuma juragan atau bos saja yang bisa zalim, sopir taksi <i>online</i> juga kena <i>lho!</i>

Dok. Internet

5. <i>Nah loh,</i> berapa ton kira-kira <i>nih</i> kandang ayamnya, sampai bisa menyebabkan meninggal dunia dan bulu-bulunya menutupi jenazah?

Dok. Internet

6. <i>Yuk</i> yang punya banyak utang dan sering berutang, cepat diselesaikan atau kamu akan mengalami kejadian ini

Dok. Internet

7. Azabnya dapat <i>combo! </i>Sangat berdosakah orang ini?

Dok. Internet

8. Yang satu ini sempat sangat viral di sosial media! <i>Nggak</i> hanya masuk cor-coran beton tapi juga tertimpa meteor!

Dok. Internet

9. Yang paling anget <i>nih,</i> juragan tahu bulat "tergoreng" dadakan! Dikuburnya masih hangat...

Dok. Internet

Seperti itu judul sinetron religi masa kini yang bikin penonton geleng-geleng heran. Bukannya takut, malah banyak warganet yang menjadikannya sebagai bercandaan. Kamu pernah nonton sinetron religi yang lebih unik dari ini nggak? Bagikan dong di kolom komentar.

Disclaimer: Artikel ini sudah pernah tayang di laman IDNTimes.com dengan judul "Bukannya Takut, 9 Judul Sinetron Religi ini Bikin Netizen Ngakak"

Editorial Team