Unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan
Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita harus selalu merasa rendah hati dan rendah diri di hadapan Allah SWT. Kelebihan yang kita miliki merupakan pemberian dari Allah SWT. Maka dari itu, hanya Allah SWT yang boleh membanggakan kelebihan-kelebihan tersebut karena Dia Maha Memiliki Segala Sesuatu.
Sifat Allah SWT sebagai Sang Maha Pemilik tercantum dalam Surat Al-Imran ayat 109 yang berbunyi sebagai berikut.
وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ
"Wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa ilallāhi turja'ul-umụr."
Artinya: "Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan."
Sifat ujub dapat mendatangkan mudharat dan bahaya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW selalu berpesan kepada umatnya agar selalu bersikap baik dan rendah hati terhadap siapa pun. Rasulullah SAW berpesan dalam hadist-nya untuk menjauhi sifat ini.
ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ, وَ هَوًى مُتَّبَعٌ, وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Artinya: “Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (H.R. Abdur Razaq, Hadist Hasan)