Bela, pasti kamu sering mendapat nasihat dari orang lain, terutama dari orang yang lebih tua dari kita. Salah satunya adalah nasihat tentang pentingnya menjadi seseorang yang mandiri. Mandiri berarti bahwa kita harus bisa setidaknya menyelesaikan masalah kita sendiri dan tidak selalu menggantungkan pada orang lain. Hal itu juga bisa berarti bahwa kita membiarkan diri kita atau membebaskan diri kita dari ketergantungan terhadap orang lain di sekitar kita. Walaupun pada dasarnya, kita hidup bermasyarakat, namun tidak harus semua hal bisa kita gantungkan kepada orang lain.
Stop Manja, Begini Caranya Jadi Pribadi Mandiri


Kehidupan zaman dulu para wanita tidak bekerja dan hanya menggantungkan hidup pada penghasilan sang suami yang bekerja. Andaikata sang suami meninggal, maka penghasilan sudah tidak ada lagi. Uang tidak mengalir lagi, dan membuat sang istri kebingungan untuk mendapatkan uang tersebut, karena ia menggantungkan hidup sepenuhnya kepada suaminya. Barangkali itu juga yang memperkuat nasihat mereka mengenai kemandirian wanita di zaman kini.

Tidak hanya wanita. Pria pun juga harus mandiri. Ketika menikah kelak, para pria dewasa akan meninggalkan rumah mereka, menjadi kepala rumah tangga dan menghidupi keluarga kecilnya. Apabila sejak kecil tidak ditanamkan mengenai kemandirian, maka nantinya bisa menjadi suatu penghambat untuk dirinya. Seperti membenarkan atap yang bocor, mengganti gas, membenarkan keran air dan mengganti lampu di rumah. Walaupun hal tersebut bisa saja kita serahkan kepada tukang, namun apabila bisa membenarkan sendiri lebih baik, bukan?

Contoh adalah ketika kita membuat kesalahan kepada teman kita dan menyebabkan ia kecewa atas perilaku kita, maka kita tidak akan menghindar. Sebaliknya, kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita. Kita bisa menyelesaikan masalahnya dengan cara mengajaknya berbicara secara sopan dan meminta maaf. Hal itu sudah dianggap salah satu bagian dari suatu kedewasaan dan kemandirian pula.

Selain diperlukan latihan, menerapkan kemandirian dalam diri juga harus disertai penanaman akan kesadaran, bahwa kita tidak bisa terus menerus menggantungkan hidup kita kepada orang lain. Dengan benar-benar menyadari penting dan bergunanya sebuah kemandirian, maka kita akan semakin mudah dalam menerapkannya. Contohnya, orangtua kita semakin lama akan semakin tua dan pensiun dari pekerjaannya. Lantas apa yang bisa kita lakukan? Bekerja! Bekerja apapun itu entah bekerja sendiri atau bersama pihak lain, sudah termasuk ke dalam sesuatu yang mandiri.
Kalau kita terus menerus meminta tolong kepada orang lain dan membuat mereka merasa kerepotan, kita akan dianggap sebagai parasit atau benalu yang merugikan dirinya. Kamu nggak mau dianggap seperti ini kan, Bela?


















