Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Fakta yang Harus Kamu Tahu dari Insiden Bom Gereja di Surabaya

5 Fakta yang Harus Kamu Tahu dari Insiden Bom Gereja di Surabaya
Instagram.com/michelleziu
Share Article

Indonesia kembali berduka. Setelah beberapa hari lalu terjadi insiden kericuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok antara Polri dengan narapidana teroris, serangan teroris kembali terjadi di Surabaya  (13/5) pagi tadi.

Dilansir dari IDNTimes.com, berikut Popbela telah merangkum lima fakta yang harus kamu tahu dari insiden bom gereja di Surabaya.

  1. 1. Bom meledak di tiga gereja

    IDN Times/Faiz Nashrillah
    IDN Times/Faiz Nashrillah

    Minggu pagi ini, sekitar pukul 07.30 WIB, tiga gereja di Surabaya diserang bom secara beruntun. Ketiga gereja tersebut yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel Madya, Gereja Pante Kosta Jl Arjuno dan GKI Jalan Diponegoro.

  2. 2. Bom bunuh diri

    IDN Times/Faiz Nashrillah
    IDN Times/Faiz Nashrillah

    Polda Jawa Timur membenarkan ledakan ini merupakan bom bunuh diri.

    "Iya, pelaku meninggal," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes (Pol) Frans Barung Mangera, Surabaya, Minggu (14/5).

  3. 3. Jumlah korban jiwa

    ANTARA FOTO/Didik Suhartono
    ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Pada ledakan pertama di Gereja Katolik Santa Maria, tercatat terdapat dua korban tewas dan belasan lainnya terluka. Namun, berdasarkan pantauan IDNTimes.com sore (13/5) tadi, korban jiwa bertambah, yakni sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 40 orang lainnya mengalami luka-luka.

  4. 4. Pasca ledakan, semua gereja ditutup

    IDN Times/Faiz Nashrillah
    IDN Times/Faiz Nashrillah

    Kombes Frans Barung Mangera menyampaikan instruksi dari Kapolda Jawa Timur agar semua gereja di Surabaya usai ibadah pada Minggu ini ditutup sementara waktu.

    "Instruksi disampaikan ke semua kapoltabes agar semua gereja ditutup," kata dia.

  5. 5. Presiden Joko Widodo tiba di Surabaya sore ini

    IDN Times/Rosa Folia
    IDN Times/Rosa Folia

    Mendengar insiden tersebut, Presiden Joko Widodo langsung mengunjungi Surabaya dan tiba pada pukul 17.00.

    "Terorisme tidak mengenal agama apa pun. Ini merupakan tindakan biadab dan pengecut karena menggunakan anak-anak sebagai pelaku pemboman," ujar Jokowi di RS Bhayangkari pada sore ini.

    Untuk Bela yang berada di Surabaya, stay safe ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More