Siapa di antara kamu yang merasa bersyukur banget dengan adanya e-commerce, Bela? Yap, Popbela yakin banyak di antara kita yang hobi banget belanja sampai berjualan di e-commerce. Apalagi kamu yang punya bisnis kecil-kecilan, nggak perlu lagi pusing bayar sewa toko. Terlebih lagi mudahnya sebuah website e-commerce digunakan bagi penjual. Nggak heran kalau di antara kita juga cenderung menggunakan e-commerce untuk bertransaksi karena kepraktisannya.
Tapi, pernah terpikir nggak Bela selain sang CEO, tim mana yang mendesain sebuah website e-commerce bisa digunakan dengan mudah oleh user atau pengguna? Ya, tanpa User Experience (UX) Designer kita nggak akan bisa merasakan kemudahan menggunakan sebuah website, Bela. Begitu juga sebaliknya, tanpa user, UX Designer pun nggak akan bisa tahu apakah desain website yang mereka rancang rumit digunakan oleh user atau justru mudah.
Saphira Amethysta, sang UX Designer di Tokopedia ini pun mengakui kalau profesinya ini memang memberi tantangan buatnya, Bela. "Karena profesi ini bukan mempercantik website aja, tapi juga berusaha untuk reach user," ucap Saphira ketika ditemui Popbela di kantor Tokopedia.
Lalu bagaimana Saphira langsung jatuh cinta berprofesi sebagai UX Desainer ya? Dan seperti apa sih job desk alumnus Chiba University Jepang ini? Kita simak yuk Bela supaya kamu memahami seperti apa profesi UX Designer.
