Dari semua negara yang melarang penayangan film The Lady of Heaven, mengungkap alasan mereka adalah karena film tentang putri Nabi Muhammad itu dianggap menistakan agama Islam.
Mengutip dari AFP, Moroccan Cinematographic Centre (CCM) menyatakan pihaknya tidak akan memberikan izin tayang film The Lady of Heaven di bioskop Maroko, baik secara komersial maupun untuk tujuan kebudayaan.
Keputusan ini datang beberapa jam setelah Dewan Ulama Tertinggi Maroko, otoritas keagamaan tertinggi kerajaan Maroko, dengan tegas mengutuk film tersebut. Para dewan ulama menganggap film tersebut sebagai pemalsuan dahsyat dari fakta-fakta yang ada dalam sejarah Islam.
Ketua dewan Masjid Bolton menyebut film ini adalah bentuk penghinaan terhadap Islam. Mengutip dari The Hollywood Reporter, film ini salah menggambarkan narasi sejarah dan tidak menghormati orang yang paling terhormat dalam sejarah Islam.
The Lady of Heaven menceritakan kisah Fatima, putri nabi Muhammad yang hidup pada abad ke-7. Film ini juga menampilkan kelompok militan ISIS dan menghubungkannya dengan berbagai tokoh dalam sejarah Islam. Filmnya dibuka dengan invasi ISIS ke Irak, hingga menampilkan adegan pembunuhan.
Shahid Ali, seorang ulama yang mengorganisir protes terhadap film tersebut di Bradford, mengatakan, film mengandung “narasi palsu dari khalifah awal Islam ... yang menggambarkan mereka menjadi teroris".
"Jika mereka digambarkan dalam film yang memecah belah dan menghasut ini, sebagai teroris, maka umat Islam yang secara alami mencintai dan menghormati tokoh-tokoh ini, yang merupakan tokoh pendiri agama kita, ini menciptakan kesan bagi pemirsa - terutama mereka yang memiliki sedikit atau sangat sedikit pengetahuan minimal tentang Islam - bahwa tokoh sentral Islam memang teroris, dan semua muslim yang menghormati mereka adalah serupa. Jadi ini adalah narasi yang sangat berbahaya dan sektarian, yang sangat ekstrim," katanya pada Skynews.