Media sosial terkhusus Twitter, mulai ramai tentang tagar #YogyaTidakAman, #Klitih, dan #SriSultanYogyaDaruratKlitih. Bahkan hingga kini, tagar #YogyaTidakAman masih betah trending di Twitter. Tagar-tagar tersebut menghiasi trending media sosial lantaran sebuah organisasi yang mencemaskan dan mengkhawatirkan terkait kejahatan jalanan.
Berawal dari sebuah cuitan seorang warganet yang membagi ceritanya soal kejadian klitih yang ia alami, banyak warganet lain yang juga turut membagikan kisah mereka. Ramainya tagar tersebut juga menjadi respon terkait kejahatan jalanan yang beberapa kali terjadi di Jogja dan dikenal dengan istilah aksi klitih.
Jika di Jabodetabek dikenal dengan begal, Klitih di Yogya juga tidak jauh beda. Tahun lalu, tagar tersebut pernah muncul usai adanya kasus kejahatan jalanan atau klithih yang menimpa tiga pengendara ojek online dalam waktu sepekan.
Kali ini, tagar tersebut kembali ramai diperbincangkan karena banyak warganet yang merasa polisi dan Pemda DIY dianggap tak serius menangani kasus kejahatan jalanan, atau klitih yang masih saja terjadi di Jogja. Lantas apa itu Klitih? Berikut fakta-faktanya.