Menemukan pesan hangat dari dia yang kau bilang hanya seorang teman sudah biasa kurasakan. Dengan banyak alasan, mulai dari urusan pekerjaan hingga kenalan teman, kau berkali berdusta menoreh kebohongan dalam hubungan kita. Ketika pertengkaran pecah, kamu pun berkali-kali berjanji tidak akan mengulangi lagi. Tapi kali ini, walau sudah mencium gelagat kau melakukan hal yang sama, aku akan mencoba diam melihat kemampuanmu merangkai dusta.
1. Bertemu denganmu pernah ku amini sebagai sebuah keberuntungan tapi pada akhirnya, keyakinan itu harus ku anulir sebagai sebuah kesalahan perasaan
Sebelum akhirnya dipertemukan dengan dia yang tepat, aku percaya bahwa Tuhan akan memberikanmu kesempatan untuk banyak belajar. Mungkin salah satu pelajaran tersebut adalah pertemuan walaupun sebelumnya pernah meyakinimu sebagai pasangan jiwa tapi lewat semua rasa sakit yang kau tancapkan, aku jadi tahu bahwa kamu bukanlah orangnya. Kesepakatan untuk menjalani hubungan tanpa pengkhiantan jelas termentahkan oleh semua permainanmu di belakang. Entah ada berapa kekasih bayangan yang kau miliki selama kita berhubungan. Aku yang pernah begitu percaya harus mendapati kenyataan bahwa kekasihku tak sebegitu setianya.
