Pixabay.com/Syauqi Fillah
Islam sudah menggambarkan tentang ikatan batin dan emosional antara suami dan istri, sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Hal ini disampaikan dalam ayat Al-Quran berikut:
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. ” (Q.S Ar-Rum: 21)
Ayat di atas merupakan landasan tentang bagaimana kehidupan rumah tangga yang sebenarnya, lho, Bela. Wanita diciptakan Allah dengan segala bentuk keshalihannya ditujukan agar mampu menjadi tempat berlindung bagi suaminya, setelah seharian penuh berjuang mencari nafkah.
Ketika istri mampu menjadi tempat pulang dan menyediakan telinga untuk mendengarkan, maka suami akan menemukan ketentraman atau Sakinah-nya di sana. Begitu pun sebaliknya. Ketika suami mau mendengarkan dengan baik apa yang menjadi keluh kesah istri, maka istri akan menemukan ketentramannya juga.
Kemudian kata Mawaddah dan Warahmah dalam ayat di atas bisa dimaknai dengan cinta dan kasih sayang. Sehingga Sakinah, Mawaddah, Warahmah secara keseluruhan bermakna ketentraman atau kedamaian, cinta dan kasih sayang. Lalu, ciri-ciri keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah terlihat pada hal-hal berikut ini: