Hingga kini masyarakat Jawa masih berpegang pada ramalan turun-temurun dalam memperhitungkan suatu perjodohan. Bukan hanya bibit, bebet dan bobot calon pasangan saja yang dilihat melainkan hingga ke watak serta weton keduanya.
Nggak heran jika masih banyak para orangtua yang percaya akan ramalan perjodohan untuk kelangsungan rumah tangga anaknya kelak dengan memerhatikan dan memperhitungkan weton jodoh mereka.