pasangan bercinta di lantai - Photo by KoolShooters from Pexels.jpg
Ini adalah sebuah konsep yang diciptakan pada 1970 oleh peneliti seks William Masters dan Virginia Johnson. Kondisi ini menggambarkan seseorang menonton dirinya sendiri yang sedang terlibat dalam seks, daripada benar-benar mengalami sensasi bercinta yang dilakukannya.
Sampai saat ini, para ahli mengatakan hal itu masih dirasakan oleh banyak orang yang aktif secara seksual, terutama para perempuan.
“[Hal] Ini sebagian besar disebabkan oleh stigma masyarakat yang memberi tahu peran perempuan dalam seks dan kehidupan adalah untuk menyenangkan orang lain,” kata Suzannah Weiss, seorang pendidik seks bersertifikat dan seksolog.
Ditambah lagi dengan iklan dan media yang sebagian besar masih menjunjung tinggi pandangan tradisional tentang peran gender. Misalnya saja, perempuan harus "tampak seksi di tempat tidur" atau “vagina harus wangi” dan lain sebagainya. Hal ini memberi kesan pada perempuan kalau mereka harus terus-menerus memikirkan penampilannya saat berhubungan seks.
Namun, pesan sosial bukan satu-satunya penyebab seseorang hanya menjadi “penonton”. Seksolog Marla Renee Stewart, MA, mengatakan bahwa perasaan stres tentang sesuatu di luar seks, tidak menikmati seks, dan trauma seksual masa lalu adalah faktor lain yang juga bisa jadi penyebab.
Agar bisa berhenti hanya menjadi “penonton” saat kamu berhubungan seks dengan pasangan dan mulai merasakan kenikmatan saat melakukannya, coba lakukan beberapa cara di bawah ini.