Bondage jika diartikan secara harfiah adalah ikatan atau perbudakan. Namun mengutip dari MensXP, dalam istilah BDSM, Bondage umumnya melibatkan kendali fisik untuk kenikmatan seksual untuk kedua belah pihak. Saat salah satu pihak terikat dengan tali atau tertahan dengan borgol untuk rangsangan seksual, pihak lainnya akan menggunakan bantuan alat seks untuk meningkatkan kepuasan seksualnya. Bahkan kegiatan seperti asphyxiation (membatasi pernapasan) juga termasuk dalam kegiatan bondage ini.
Sedangkan Discipline nggak jauh berbeda dengan bondage. Discipline dalam dunia BDSM melibatkan pengendalia psikologis dengan memberikan beberapa hukuman untuk hal-hal yang nggak boleh dilakukan salah satu pihak pada pihak lainnya. Jenis hukumannya beragam, mulai dari bentuk fisik seperti spanking (memukul pantat) dan mencambuk, sampai bentuk psikologis seperti mengeluarkan kalimat yang merendahkan.
Dalam aktivitas atau hubungan BDSM, ada dua istilah dasar yang harus dikenali, yaitu Dominance dan Submission. Dominance merupakan pihak yang mendominansi dalam hubungan. Dirinya merupakan pihak yang memberikan rasa sakit, memberikan hukuman, mengendalikan pergerakan maupun psikologis pasangannya. Secara sederhana, pihak Dominan (atau akrabnya disebut 'Dom') mengendalikan pasangannya yang bersikap submisif.
Sedangkan Submission, merupakan pihak yang menerima hal-hal yang dilakukan oleh Dominan. Ia yang menerima hukuman dan mematuhi semua perintah yang diberikan. Pihak 'Sub' harus menyerahkan dirinya pada pihak 'Dom'. Baik pihak 'Dom' maupun 'Sub' nggak terikat gender. Jadi, perempuan bisa menjadi seorang 'Dom' dan laki-laki dapat menjadi 'Sub' dalam hubungan mereka.
Sadism merupakan dorongan untuk melihat salah satu pihak mengalami kesakitan, yang dapat disebabkan dalam banyak hal. Mulai dari mengucapkan kalimat-kalimat yang merendahkan, memukul pantat, mencambuk, mencekik, meneteskan lilin pada kulit, sampai rangsangan berlebihan. Pihak yang 'sadism' akan memberikan rasa sakit dan pihak lainnya yang menerima perlakukan tersebut mendapatkan rangsangan seksual dengan menikmati setiap rasa sakit yang dialaminya.
Masochism atau Masochist nggak jauh berbeda dengan sadism. Bahkan, ada istilah 'Sadomasichism' yang merupakan penggabungan dari dua istilah itu. Baik pihak sadism atau masochist sama-sama memiliki dorongan untuk memberikan rasa sakit pada pihak lainnya. Selain dari pihak penerima perlakuan mendapatkan rangsangan seksual, pihak sadism maupun masochist turut merasakan gairah seksual dari melihat reaksi kesakitan yang dialami pasangannya.