Orang yang egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri sangat dibenci oleh Allah SWT. Itulah mengapa, kita diharuskan untuk peduli dengan orang-orang sekitar, termasuk orangtua sendiri. Seperti firman Allah dalam ayat berikut:
وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS. An-Nisa: 36)
Dalam ayat lainnya, juga telah disebutkan:
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
Artinya: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kamu kembali." (QS. Luqman: 14)
Itu artinya, merawat dan menjaga orangtua adalah satu hal yang tidak boleh kita lalaikan. Perjuangan mereka menjaga kita sejak masih dalam kandungan sampai akhirnya tumbuh dewasa pun sebenarnya tidak akan pernah cukup untuk dibalas oleh seorang anak.
Hukum merawat orangtua menurut ajaran Islam adalah hal yang wajib. Jadi, berusahalah yang terbaik dalam berbakti dan menjaga orangtua selagi mereka masih ada di dunia ini, Bela.