Cepat sekali terjadinya. Suatu hari kita sedang berkencan dan tertawa bersama, tapi suatu saat kemudian kita menangis dan berteriak di depan satu sama lain. Sampai hari ini pun aku masih belum bisa menjelaskan bagaimana kita bisa sampai ke titik itu. Mungkin karena kita tidak berkomunikasi dengan baik, atau karena ambisi kita yang berbeda, atau mungkin karena hal-hal kecil tentang kita yang tidak bisa ditoleransi lagi antar satu sama lain. Dan tentunya aku sedih, marah, kacau, patah hati. Untuk waktu yang cukup lama aku terus menangis, memutar ulang memori lama, berangan-angan seandainya ada kesempatan kedua, dan bahkan menyalahkan diriku sendiri atas terjadinya semua ini. Tapi hebat, yang namanya waktu sungguh bisa merubah segala hal. Tanpa kusangka, suatu hari aku terbangun dan aku tidak merasa sedih dan sakit hati lagi. Hari ini aku bangun dengan perasaan damai. Setelah empat tahun kebersamaan kita sudah berakhir, untuk pertama kalinya, aku merasa tidak apa-apa.
1. Aku sadar, penerimaan tidak datang dalam sehari semalam
Aku akhirnya bisa menerima kenyataan ini - dan penerimaan ini tidak terjadi dalam beberapa minggu atau bulan. Tapi dengan berjalannya waktu, pasti terjadi. Setelah putus dengan orang yang kamu sayangi, memang normal untuk tetap rindu dan menginginkan dia untuk kembali. Tapi ada alasan kenapa semua ini terjadi. Manusia bertumbuh dan berubah, keadaan juga berubah-ubah, dan terkadang kita hanya bisa menerima perubahan-perubahan itu. Suatu hari nanti, kamu juga akan bangun dengan perasaan damai itu, karena akhirnya hatimu akan sanggup menerima segalanya dan akhirnya bisa melepaskan hal-hal yang harus kamu lepaskan itu.
