Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You
    Kumpulan Puisi untuk Ibu Tercinta yang Sedih dan Menyentuh Hati
    lemonylanding.com

    Mengurus berbagai hal dan memastikan semua yang ada di rumah dalam keadaan baik adalah tanggung jawab seorang ibu. Memang, perannya bukanlah seperti seorang ayah yang membanting tulang dan bekerja keras di luar sana demi terpenuhinya kebutuhan keluarga tapi tanggung jawab yang diemban seorang ibu nggak main-main, lho.

    Apa pun yang dilakukan dan dikorbankannya sedari kamu kecil nggak akan pernah bisa kamu ganti dengan apa pun. Kamu perlu tahu kalau satu-satunya yang ia inginkan hanyalah melihatmu bahagia. Coba deh sesekali bertukar peran dan buat ibumu tersenyum lewat puisi-puisi untuk ibu tercinta yang bisa menyentuh hatinya seperti yang satu ini.

    Saat Aku Menutup Mata

    pinterest.com/MilaSmiler/

    Saat ku menutup mata bunda
    Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air
    Saat ku menutup mata bunda
    Aku tak ingin hati itu seakan tergores
    Saat ku menutup mata bunda
    Aku ingin bibir itu tersenyum
    Aku tidak ingin engkau terluka

    Bunda
    Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu
    Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggup melepaskanku

    Bunda
    Aku hanya ingin engkau merelakanku
    Dan mengantar kan aku pulang ke rumahku dengan senyumm
    Saat ku menutup mata bunda
    Aku ingin kau tau bahwaku
    Menyayangimu
    Bahwa aku
    Mencintaimu
    Aku bahagia bisa jadi anakmu

    ---Fahmi Mohd

    Ibu

    pinterest.com/lularoelauriehi/

    Beredar bintang di garisnya
    Bulan bercahaya pada lintasnya
    Waktu bergulir dalam takdirnya

    Aku…
    Terlahir dari manusia hebat
    Sepertinya…
    Merupakan anugerah terbesar Tuhan untukku
    Menjadikanku pelipur lara jiwanya

    Kau…
    Perempuan hebat di jiwa lemahku
    Menyayangi tanpa batas
    Mendampingi di semua kisahku

    Kau…
    Perempuan terbaik dalam kerajaanku
    Motivasi terbaik di setiap lika-liku hidupku

    Ibu…
    Aku mencintaimu
    Terima kasih untuk semua waktu dan lelahmu

    Ibu…
    Aku mencintaimu.

    ---Yulis Marika

    Ibuku, Malaikatku

    pinterest.com/kasiaiwa/

    Ibu…
    Di sini kutulis cerita tentangmu
    Nafas yang tak pernah terjerat dusta
    Tekad yang tak koyak oleh masa
    Seberapa pun sakitnya kau tetap penuh cinta

    Ibu…
    Tanpa lelah kau layani kami
    Dengan segenap rasa bangga dihati
    Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
    Kau terus berjalan diantara duri-duri

    Ibu…
    Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
    Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
    Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
    Dengan cinta berikan petuahmu

    Ibu..
    Kaulah malaikatku
    Penyembuh luka dalam kepedihan
    Penghapus dahaga akan kasih sayang
    Sampai kapanpun itu..
    Aku akan tetap mencintaimu..

    ---Mosdalifah

    Bunda Tercinta

    Bunda..
    Engkau pecahkan kegelisahan yang tetap membuatku jatuh
    Engkau bagai penompang raga yang mulai runtuh
    Engkau berikan semua yang kami butuhkan
    Tapi kami, seketika kami butuhpun kami belum menyadari

    Bunda..
    Kau buang waktumu tanpa penat untuk kami
    kau buat kasih sayangmu jadi rutinitas yang sering kami lupakan
    Engkau berikan tanpa kami minta
    Engkau gugurkan siraman kasih yang ga ada tandingnya

    Bunda..
    Andai perasaan ini sepeka hatimu, setegas kasihmu
    Semampu dan tetap tersedia untuk kami anakmu
    Kan kurubah segala yang jadi kesalmu
    Kan kucoba merangkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku

    Diatas langit yang tak terbatas
    Kau topangkan kasihmu tanpa mulai lelah
    Terimakasih bunda..
    Terimakasih sudah menjagaku hingga sementara ini
    Memberikanku cinta tanpa putus asa
    Dengan cintamu, saya merasakan kemampuan yang sungguh luar biasa

    ---Anonim

    Ibuku

    pinterest.com/BabyRoomIdeas19

    Terdiam ku sejenak dalam renungan kala
    Bayang wajahmu datang menyapa
    Lalu waktu kembali ke belakang
    Membuka memori masa kecil nan terkenang

    Tetesan air mata hingga keringat berjuang menghadapi maut
    Demi kedatangan sang buah hatinya
    Bahagia tak terkira
    Di kala dia mendengar tangisan pertamaku

    Kala ku mulai belajar berbicara
    Dia mengenalkanku dengan kata-kata
    Kala ku belajar berjalan
    Dia selalu menuntunku hingga sampai tujuan

    Kasih sayang itu tetap sama sepanjang masa
    Tak lekang oleh usianya
    Kupersembahkan doa padanya
    Semoga Tuhan memberinya hidup bahagia selamanya

    ---Anonim

    Hebat dan Tangguhnya Ibuku

    Dari segumpal darah aku dalam rahimmu
    Hingga aku menjadi makhluk sempurna ciptaan-Nya
    Makhluk yang nantinya menjadi titipan untukmu
    Hingga aku lahir ke dunia ini

    Kau jaga, rawat, dan lindungi aku
    Kau ajari aku bertutur kata
    Kau ajari aku bertindak tanduk
    Kau ajari aku baik buruk

    Menjalani semua itu
    Kau tak kenal kata dan rasa lelah pun pilu
    Kau menjalaninya dengan bahagia bersama pun tak terkira
    Walau kadang kesal akan tingkah dan rajukku

    Kau tetap menjalaninya dengan sepenuh hati
    Mencurahkan segala kasih sayang
    Melakukan berbagai cara untuk bahagia anakmu
    Tak peduli apa kata orang banyak

    Kau pahlawan pribadiku
    Yang menghiasi kehidupan kecil dan dewasaku
    Senyum manis selalu terpancar darimu
    Yang selalu menguatkan batinku

    Sinar cintamu kan ku kenang selalu
    Cintamu itu kan terus bercahaya di hatiku
    Dengan cara apapun itu
    Ku kan berusaha membalas cinta, kasih, dan sayangmu

    Aku sadar dan tau
    Tiada muara kasih sedalam ibu
    Doa dan belaianmu tanpa terputus kan selalu
    Menjadi untaian ibu untuk anakmu

    Kini baktiku seakan tiada sempurna
    Pengabdianku padamu kurang rasanya
    Kesibukanku lalaikan tugasku sebagai anakmu
    Hanya doa ku panjatkan
    Hanya terimakasih ku padamu sampaikan

    ---Anonim

    Ibuku Dahulu

    pinterest.com/samanthahammack/

    Ibuku dahulu pernah marah padaku
    Diam ia tiada berkata
    Pun aku lalu merajuk pilu
    Tiada peduli apa yang terjadi

    Matanya selalu mengawasi daku
    Walau bibirnya sama sekali tiada bergerak
    Rautnya masam menahan sedan
    Hatinya pun pedih sebab lakuku

    Aku berkesal hati
    Menurutkan setan, mengkacau-balau
    Jurang celaka sudah terpandang di muka
    Kusongsing pula, agar cedera

    Bangkit ibu dipeganglah aku
    Dirangkumnya lalu segera dikucupnya aku
    Serta dahiku berapi pancaran mereka
    Sungguh sejuk sentosa turun kalbu

    Begitupun engkau
    Ibu, bapak, pula kekasih
    Berpadu dalam dirimu
    Mengawas dalam dunia daku

    ---Amir Hamzah

    Puisi Ibu

    Pernah aku ditegur

    Katanya untuk kebaikan

    Pernah aku dimarah

    Katanya membaiki kelemahan

    Pernah aku diminta membantu

    Katanya supaya aku pandai

     

    Ibu…

    Pernah aku merajuk

    Katanya aku manja

    Pernah aku melawan

    Katanya aku degil

    Pernah aku menangis

    Katanya aku lemah

     

    Ibu…

    Setiap kali aku tersilap

    Dia hukum aku dengan nasihat

    Setiap kali aku kecewa

    Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

    Setiap kali aku dalam kesakitan

    Dia ubati dengan penawar dan semangat

    Dan Bila aku mencapai kejayaan

    Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

     

    Namun…

    Tidak pernah aku lihat air mata duka

    Mengalir di pipimu

    Begitu kuatnya dirimu

     

    Ibu…

    Aku sayang padamu…

    Tuhanku…

    Aku bermohon padaMu

    Sejahterakanlah dia

    Selamanya…

    ---Chairil Anwar

    Tangisan Mata Bunda

    pinterest.com/beaaudelo/

    Dalam senyummu kau sembunyikan letihmu

    Derita siang dan malam menimpamu

    tak sedetik pun menghentikan langkahmu

    Untuk bisa memberi harapan baru bagiku

     

    Seonggok cacian selalu menghampirimu

    secerah hinaan tak peduli bagimu

    selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku

    mencari harapan baru lagi bagi anakmu

     

    Bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku

    bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku

    bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku

    tapi keinginan hatimu membahagiakan aku

     

    Dan yang selalu kau berkata pada ku

    Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersamamu

    aku menyayangimu anakku dengan ketulusan hati ku

    ---Anonim

    Kurasa Hatimu

    pinterest.com/jenbarmash

    Menangis

    Jangan ditahan

    Luapkan rasa hatimu

    Tapi kau tetap tersenyum

     

    Tersenyum

    Lembutkan garisnya

    Ikhlas kau tunjuk

    Pada tegar menghadapi hidup

     

    Tenang

    Kau bersembunyi

    Dari rasa sesak

    Kau tampil begitu lembut

     

    Ibu

    Doa terpanjat

    Dalam telapak tangan

    Kau menengadah pinta indah

     

    Ibu

    Senyummu terlintas

    Pada getar rasamu

    Hingga tenang hati kami

    ---Anonim

     

    Itulah kumpulan puisi untuk Ibu tercinta yang menyentuh hati pilihan Popbela. Sudah tahu puisi yang mana yang akan kamu berikan kepada ibu di rumah? Pastikan ia tak hanya mendapatkan puisi yang bisa membuatnya menangis terharu, ya. Beri ia pelukan hangat sebagai tanda bahwa kamu begitu menyayanginya!

    Topics

    Editorial Team

    Related Article