Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

7 Puisi Patah Hati

7 Puisi Patah Hati
pinterest.com
Share Article

Siapa yang nggak pernah patah hati nih, Bela? Pasti semua orang pernah mengalami patah hati. Entah itu karena cinta bertepuk sebelah tangan, cinta yang terlarang, karena berbeda keyakinan, adanya orang ketiga atau banyak penyebab lainnya.

Bagi yang pernah mengalami patah hati pasti merasakan jika dunia itu seakan mendung selalu dan rasanya nggak nyaman. Sedih merupakan hal yang paling umum dirasakan bagi yang sedang patah hati. Tapi jangan salah Bela, patah hati ternyata bisa berubah menjadi inspirasi dalam pembuatan puisi patah hati. Berikut beberapa puisi patah hati yang tentunya terinsprasi dari sakitnya patah hati.

pexels.com/Duong Nhan
pexels.com/Duong Nhan
  1. Hari pun Tiba

    Hari pun tiba. Kita berkemas senantiasa

    Kita berkemas sementara jarum melewati angka-angka

    Kau pun menyapa: ke mana kita

    Tiba-tiba terasa musim mulai menanggalkan daun-daunnya
     

    Tiba-tiba terasa kita tak sanggup menyelesaikan kata

    Tiba-tiba terasa bahwa hanya tersisa gema

    Sewaktu hari pun merapat

    Jarum jam sibuk membilang saat-saat terlambat

    __ Sapardi Djoko Damono

  2. Tapi

    Aku bawakan bunga padamu 
    Tapi kau bilang masih 
    Aku bawakan resahku padamu 
    Tapi kau bilang hanya 
    Aku bawakan darahku padamu 
    Tapi kau bilang cuma 
    Aku bawakan mimpiku padamu 
    Tapi kau bilang meski 
    Aku bawakan dukaku padamu 
    Tapi kau bilang tapi 
    Aku bawakan mayatku padamu 
    Tapi kau bilang hampir 
    Aku bawakan arwahku padamu 
    Tapi kau bilang kalau 
    Tanpa apa aku datang padamu 
    Wah !

    __ Sutardji Calzoum Bachri

    freepik.com/jcomp
    freepik.com/jcomp
  3. Tak Sepadan

    Aku kira:
    Beginilah nanti jadinya
    Kau kawin, beranak dan berbahagia
    Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

    Dikutuk-sumpahi Eros
    Aku merangkaki dinding buta
    Tak satu juga pintu terbuka

    Jadi baik juga kita padami
    Unggunan api ini
    Karena kau tidak ‘kan apa-apa
    Aku terpanggang tinggal rangka

    __ Chairil Anwar

  4. Ku Ingin Tahu Siapa

    Dia yang memikat hati
    Entah bagaimana caranya
    Aku bisa tergoda

    Ku curi-curi waktuku
    Tuk mengusik hatinya
    Banyak cara kucoba
    Demi untuk mendapatkan hatinya

    Mungkin kau tahu
    Tuk mendapatkannya
    Tuhan tolonglah aku
    Ingin kumenangkan hatinya tuk miliki

    Jika mungkin kutahu apa yang bisa menaklukannya
    Belah dadaku tuk butikan cintaku
    Mungkin engkau tahu aku cinta dia
    Ingin ku menangkan hatinya tuk kumiliki

    __ Kahlil Gibran

    freepik.com/rawpixel
    freepik.com/rawpixel
  5. Kangen

    Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
    Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
    Kau tak akan mengerti segala lukaku
    Karena luka telah sembunyikan pisaunya.
    Membayangkan wajahmu adalah siksa.

    Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
    Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
    Apabila aku dalam kangen dan sepi
    Itulah berarti
    Aku tungku tanpa api.

    __ W S Rendra

  6. Di Antara Kanal

    Jarimu menandai sebuah percakapan
    yang tak hendak kita rekam
    di hitam sotong dan gelas sauvognon blanc
    yang akan ditinggalkan.

    Di kiri kita kanal menyusup
    dari laut. Di jalan para kelasi
    malam seakan-akan biru.
    “Meskipun esok lazuardi,” katamu.

    Aku dengar. Kita kenal
    kegaduhan di aspal ini.
    Kita tahu banyak hal.
    Kita tahu apa yang sebentar.

    Seseorang pernah mengatakan
    kita telah disandingkan
    sejak penghuni pertama ghetto Yahudi
    membangun kedai.

    Tapi kau tahu aku akan melepasmu di sudut itu,
    tiap malam selesai, dan aku tahu kau akan pergi.

    “Kota ini,” katamu, “adalah jam
    yang digantikan matahari.”

    __ Goenawan Mohamad

    pinterest.com
    pinterest.com
  7. Patah Tumbuh Hilang Berganti

    Yang patah tumbuh
    Yang hilang berganti
    Yang hancur lebur
    Akan terobati
    .
    Yang sia-sia
    Akan jadi makna
    Yang terus berulang
    Suatu saat henti
    .
    Yang pernah jatuh
    Kan berdiri lagi

    __ Chairil Anwar

Share Article
Editorial Team

Latest in Relationship

See More