Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Kumpulan Puisi Patah Hati yang Menyentuh Hati

Kumpulan Puisi Patah Hati yang Menyentuh Hati
Pexels.com/Thought Catalog
Share Article

Siap jatuh cinta selalu satu paket dengan siap patah hati. Setiap orang selalu ingin perjalanan asmaranya berjalan mulus dan lancar-lancar saja. Nggak ada satu orang pun yang berharap akan gagal dan akhirnya mengalami patah hati. Kamu perlu paham bahwa patah hati merupakan salah satu risiko yang harus siap kamu hadapi ketika jatuh cinta. Meski perasaan menjadi sedih dan pikiran pun jadi tak menentu kamu harus tetap menerima dan menjalani segalanya dengan hati yang lapang sebagai bagian dari perjanlanan move on.

Resapi lebih dalam perasaan sakit hati yang bersarang di dadamu sampai akhirnya perasaan sakit itu tidak lagi kamu rasakan dengan puisi-puisi patah hati di bawah ini. Siapa tahu jadi lebih lega karena perasaanmu jadi tersalurkan, bukan?

  1. Biar Langit yang Memutuskan

    pinterest.com/society19/
    pinterest.com/society19/

    Hangatnya perapian malam
    Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu
    Kesejukan sungai kebahagiaan
    Bagai menatap senyummu
    Damainya jiwaku

    Di mana belas kasih itu?
    Bersamamu seperti mimpi semu
    Hanya bisa merasakan abadinya duka
    Dalam hati tersimpan banyak doa

    Kau bilang kita pasti bisa
    Bisa saling mencintai
    Bersama sampai tua
    Bersatu hingga mati

    Kau bilang perbanyak doa dan harapan
    Impian kita pasti kan terwujud
    Namun apa yang terjadi kini?
    Biarlah langit yang memutuskan

    Satu keinginan
    Cinta kita jangan sampai berubah
    Hati kita tetap menyatu
    Menciptakan bahagia bersama
    Tak semudah yang kita duga

    Bagaimana harus ku hentikan air mata?
    Impian kita hanya sebatas dalam mimpi
    Biarlah langit yang memutuskan
    Tentang akhir cerita cinta kita

    ---Anonim

  2. Di Ujung Kata-Kata

    pinterest.com/NatalieLeiter/
    pinterest.com/NatalieLeiter/

    Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
    Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
    Menyusuri jalanan lengang
    Bersimbah angan tanpa tujuan

    Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
    Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
    Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
    Di atas pengharapan tak berkesudahan

    Tentang rindu kusam
    Tentang cinta terbuang
    Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
    Gundah gelisah, air mata, dan lara

    Masihkah ada sedikit senyum darimu
    Di batas penantianku yang kini makin terbata
    Jika masih ada ruang di hatimu
    Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
    Pada tanah membentang
    Pada pohon-pohon rindang
    Dan angin yang mengusik keangkuhan

    Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
    Janganlah sepi yang hadir
    Janganlah semu yang membeku
    Karena aku selalu berjalan menujumu

    ---Anonim

  3. Harapan Kosong

    pinterest.com/leannajufu93/
    pinterest.com/leannajufu93/

    Mencoba tuk bertahan di tengah kepungan badai cobaan

    Lelah dalam melangkah menggenggam cinta tak berbalas

    Warna pelangi hanyalah semu yang dirasakan

    Hilang tersalip awan-awan biru yang menderu-deru

    Lupakan semua kenangan dan janji-janji hati

     

    Kepastian sudah diberikan

    Namun pengkhianatan menjadi jawaban

    Cinta sejati kini telah ternodai

    Hampa terasa sunyi di dalam jiwa

     

    Menanti harapan melepas masa-masa kelam

    Melangkah maju menuju sebuah harapan

    Cinta sejati sudah jauh dan pergi

    Berlalu pilu ditelan oleh sang waktu

    ---Anonim

  4. Di Taman Kota

    pinterest.com/fabmoodmag/
    pinterest.com/fabmoodmag/

    Tiang lampu dipinggiran jalan menyorot kita yang dibawah dengan temaram. Ditemani rembulan bentuk pisang, kita jalan bersisian. Aku, menenteng keranjang isi pisang pemberianmu. Kamu lengkap menggendong janji, makan malam di rumah makan milik pamanmu. Aku dengan terusan putih selutut bintik-bintik hitam serasi benar dengan kemeja satin putih polos kepunyaanmu. Kita berdua duduk saling menghadap. Lilin yang dipasang ditengah meja bundar lengkap dengan tatakannya, nyaris romantis. Ubi jalar yang digoreng disusun kesamping mirip pagar. Makanan pembuka, katamu. Tumis daun pepaya muda bertabur bawang merah goreng diletakkan diatas tungku kecil. Bukan menu utama, katamu. Dimana kamu sembunyikan nasi ayam lada hitam kesukaanku? Disana, katamu. Bukan itu! Aku tidak pesan wanita gemulai yang pakai gaun berbelahan dada rendah berhiaskan renda. Merangkulmu manja. Aku berhenti tepat dihitam matamu. Kita ini apa?

    ---Anonim

  5. Mimpi yang Hilang

    Di bawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang
    Aku menatap satu bintang yang paling terang
    Aku menatapnya dengan penuh harapan
    Seolah itu kau
    Yang kini jauh seakan hilang..

    Selama ini
    Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
    Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
    Nama yang terukir dalam karang hatiku
    Kini seakan terkikis
    Oleh ombak yang menghantam..

    Aku dan jenuhku, bersama membisu
    Terlalu jauh untuk meraih bintang yang sedang ku tatap
    Aku dan senyumku
    Mengikuti diam termenung
    Namun tercipta sebuah mimpi
    Yang hilang hanya dalam sekejap

    Teriakan Hati
    Disaat terpikir tentang dia
    Yang entah ada di mana
    Terkadang hati teriak dengan kehampaannya
    Mencari dan menunggu hati cintanya

    Ku menangis tanpa air mata
    Ku teriak tanpa suara
    Hanya merasakan sakitnya hati
    Begitu tersiksa menunggu yang di nanti

    Begitu berat melepaskan rasa ini
    Yang sudah merasuk dalam hati
    Mungkin bila aku nanti mati
    Sesalku akan abadi

    Akankah penantian ini berujung bahagia
    Ataukah hanya asa semata
    Tapi hatiku kan selalu tegar menghadapinya
    Walau akhirnya hanya membuat luka

    ---Anonim

  6. Di Kota Tua

    pinterest.com/lofowler18/
    pinterest.com/lofowler18/

    Becak yang berderet. Angkutan umum yang bergerak linear. Bus kota yang menderu, berasap. Suara dari bibirmu Sayang, mengharap-harap wanita dengan paras ayu yang rajin mengecat kuku dan mandi susu, samar-samar lalu. Diatas jembatan, lampu sorot kekuningan, itu dia! Kalian berdua. Si wanita menggamit lenganmu mesra, Sayang, itu bukan aku.

    Aku tak pernah lihat langit lebih rendah dari ini. Hitam. Waktu, jam ditangan berputar mundur. Lihat dan perhatikan. Hujan. Pria berkacamata yang punya hati lebih luas dari lapangan pacuan kuda, berlarian, bersisian dengan aku tentu saja. Sama-sama tidak ingin dihujam air. Sayang, buku-buku cetakan pertama yang kau cari, bukankah sudah tak menarik? Itu dia! Cetakan kesekian dari bukumu yang paling bersejarah, hidupmu, disunting oleh Si wanita yang bawa payung merah. Baru saja terbit. Lebih hidup, lebih pas, sampai kacamatamu tak sempat lagi melorot. Sayang, aku terus menangis.

    Melihatmu tertawa sampai matamu tinggal segaris atau mendengarmu mendengkur dengan kepala yang menopang dipundak si wanita, aku ingin. Aku sungguh ingin. Lagi lagi Sayang, seperti bebunyian yang selalu kau dengar sewaktu dihalte bus aku akan menjelma menjadi itu. Bersuara lebih besar, barangkali kau tak lihat. Melalui tulisan ini, barangkali kau tak dengar. Dari wanita yang cintanya tidak habis-habis, karena cintanya paling.

    ---Anonim

  7. Cinta yang Pergi

    pinterest.com/hsinlei66/
    pinterest.com/hsinlei66/

    Melangkah jauh dalam setiap kenangan

    Terbenam dalam lautan kesedihan

    Kasih yang pergi takkan mungkin kembali

    Hilang terbawa, hampa, tak bertepi

     

    Derita semakin terasa

    Keluhan jiwa terus membara

    Tersiksa oleh luka perasaan

    Diatas pengkhianatan cinta didepan mata

     

    Pergi menjauh, teruka oleh cinta

    Bingung tentukan arah dan tujuan

    Hanya kesendirian yang setia menemani

     

    Terbang dalam lamunan

    Anganku terbang melayang

    Mengenang sebuah pengkhianatan

    Diatas janji-janji manis kelembutan

    ---Anonim

  8. Sedih yang Terlalu

    pinterest.com/wattpad/
    pinterest.com/wattpad/

    Di penghujung hariku ini

    Tak juga bisa kutulis tepat

    Kesimpulan tentang perlakuanmu

    Karena terlalu dalamnya kau menghilang

    Dalam lautan kemuna’anmu

    Kau junjung tinggi rasa egomu

    Untuk sebuah kepuasan

     

    Tak juga kutemukan kebenaran itu

    Saat kau hadir dalam semu

    Hingga kasa dimataku

    Sedang yang tersimpan hanya luka

     

    Mungkin aku sebuah karang yang hanya diam

    Saat kau menjadi ombak menerjangku tak henti

    Dan egomu, juga semua yang kau lakukan

    Membunuhku perlahan

    ---Imam Zenit

  9. Kerinduan

    pinterest.com/aureliawozo49/
    pinterest.com/aureliawozo49/

    Merenda sebuah tali kasih

    Kusimpul menjadi satu hati

    Gambaran jiwa yang terluka

    Bagai langit meratap sendu

    Kala bias cinta menghilang

    Sakit itupun datang tanpa permisi

    Rembulan tak menyisakan senyum

    Bersama malam, kudekap lirih arti kerinduan

    Kesendirian

    ---Kahlil Gibran

  10. Tenggelam

    Aku sedih dengan kira yang indah memuja akan dunia

    Luka yang memahat

    Luka yang begitu menusuk

    Luka yang menghujam jantungku

    Tapi tak ada yang tahu bahwa aku kecewa dalam cerita

     

    Sampai untuk berpikir tentang cinta

    Dengan hati bukan mata rasakan cinta

    Untuk kehilangan akal sehat

    Dan untuk membuat aku tenggelam

     

    Tenggelam dalam kesedihan

    Tenggelam dalam kepedihan dan kehancuran

    Dengan semua janji-janji busukmu

    Dengan semua janji-janji palsumu

    Membuat sayap ini patah dan mati

     

    Aku menangis meratapi takdir

    Merasakan seakan dunia ini tak berarti lagi

    Dan kini hanya kesedihan, kekecewaan yang menemaniku

    Cinta ini sungguh aku tidak mengerti

    ---Dodi

  11. Surat Terakhir

    pinterest.com/kattodd375/
    ilustrasi melepas pergi orang terkasih

    Aku mencintaimu, seperti angin mencintai bunga
    Seperti hujan mencintai pelangi
    Namun yang ku terima hanyalah duri tajam mu
    Namun nyatanya kau bahagia saat ku pergi

    Jujur saja ku berharap kau mengerti
    Tapi semakin ku mengenalmu aku tahu akan sulit untuk mu bisa mencintaiku
    Aku tak punya sesuatu yang pantas
    Yang bisa membuatmu melihat ku

    Baiklah aku pergi
    Bukan ku lelah, bukanku menyerah
    Bila jauh dariku membuatmu bahagia

    Aku berharap akan ada seseorang yang mencintaimu melebihi ku
    Dan ku berharap kau tak sia-siakannya sebagaimana kau membuangku
    Aku akan sangat rindu bagaimana aku berusaha tinggal di hati kecilmu
    Meski ternyata tiada tempat tersisa untukku disana

    Baiklah aku pergi, maafkan jika ku merusak hidupmu
    Ini yang terakhir yang bisa ku berikan
    Semata ku hanya ingin melihat kau tersenyum
    Ku berharap kan ada seseorang yang menjagamu yang menyayangimu melebihiku

    Bila nanti hatimu terbuka..
    Datanglah padaku, bawakan aku harapan yang ku tunda
    Ini yang terakhir yang bisa ku buktikan, aku menyayangimu

    ---Anonim

  12. Melepas Cinta Sejati

    pinterest.com/kattodd375/
    pinterest.com/kattodd375/

    Cinta hanyalah cinta

    Dia datang dan pergi sesuka hati

    Bahagia dalam kebersamaan

    Sedih dalam perpisahan

     

    Cinta yang pergi hati yang merana

    Larut dalam kenangan sosok yang ditinggalkan

    Pemilik hati telah jauh pergi

    Menyisakan kenangan indah

    Tinggalkan kekosongan hati

     

    Kemana hati ini melangkah

    Ketika cinta sejati telah pergi

    Kemana harus kucari lagi

    Ketika gelap terus menghantui

     

    Lautan tak berujung

    Langit tak tersentuh

    Yang telah pergi takkan pernah kembali

    Kenangan cinta sejati akan terus kekal abadi

    ---Anonim

     

    Masih sedih dan patah hati? Nggak apa-apa, semua memang butuh proses. Tapi, kamu harus ingat kalau perasaan sedih yang berlarut-larut itu nggak baik. Kamu harus merelakan segalanya dan beranjak move on. Hari-hari bahagia sudah menunggumu di depan sana. Percayalah, orang yang baik akan kamu temukan dan jadi milikmu di waktu yang tepat nanti.

    Itulah kumpulan puisi patah hati yang menyentuh dan bikin sedih. Semoga bermanfaat, Bela.

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Related Articles

See More